Pusat Pengetahuan
Menghimpun data nasional, pengetahuan masyarakat, arsip hidup, dan jaringan peneliti lapangan.
- IVB / BVI
- Arsip Hidup — tahap rancangan
- Peneliti Akar Rumput — tahap rancangan
Yayasan Bumi Biokultural Indonesia
Kami menghubungkan masyarakat, peneliti, pemerintah, dan dunia usaha untuk memahami apa yang sedang hilang, menjaga pengetahuan yang masih hidup, dan mengubah bukti menjadi tindakan.
Tiga ruang kerja
Setiap ruang menunjukkan tahapnya agar mitra tahu apa yang sudah tersedia dan apa yang masih perlu dibangun bersama.
Menghimpun data nasional, pengetahuan masyarakat, arsip hidup, dan jaringan peneliti lapangan.
Membantu pemerintah daerah dan masyarakat menerjemahkan bukti ke dalam rencana, aturan, dan prioritas pembangunan.
Menguji gagasan bersama warga melalui Living Lab, lalu mendokumentasikan apa yang bekerja dan apa yang perlu diubah.
Lihat bukti nasional, contoh sepuluh daerah, metode, batas data, dan pustaka riset.
Mengapa ini penting
Indonesia memiliki keragaman alam, budaya, bahasa, pangan, dan pengetahuan yang luar biasa. Namun cara pembangunan sering memisahkan semuanya, lalu menghabiskan dasar kehidupan yang seharusnya dijaga.
Kerusakan hutan, hilangnya bahasa, perubahan pangan, dan melemahnya hak masyarakat sebenarnya saling memengaruhi.
Data ilmiah, tradisi lisan, arsip, dan pengalaman lapangan sulit bertemu dalam keputusan kebijakan dan investasi.
Masyarakat sering ditempatkan sebagai penerima program, padahal mereka perlu menjadi penulis pengetahuan dan perancang tindakan.
Perubahan yang kami dorong
Dari menerima model pembangunan menjadi ikut menciptakan jalan yang memulihkan alam, budaya, dan kehidupan bersama.
Yang sudah tersedia
IVB v0.5 menghubungkan data alam, budaya, hak, pangan, dan kesejahteraan. Tahap berikutnya adalah menguji hasilnya bersama masyarakat dan mitra daerah.
Sebagian sumber masih tersedia pada tingkat provinsi. Karena itu, hasil paling aman dibaca sebagai pola dan tanda untuk ditindaklanjuti—bukan vonis atau ketepatan desimal.
Gambaran nasional
Wilayah yang kaya alam dan budaya dapat sekaligus lemah dalam hak, pangan, atau kemampuan bertindak. Karena itu IVB tidak berhenti pada satu peringkat.
Bangun sistem jangka panjang untuk hak masyarakat, pewarisan pengetahuan, data terbuka, dan respons darurat.
Siapkan pembiayaan iklim, pulihkan gambut dan mangrove, perkuat komoditas, atau hidupkan kembali kawasan budaya.
Hubungkan rantai pasok dan investasi sosial dengan hasil yang dapat dilihat pada masyarakat dan bentang alam.
Kembangkan metode, peneliti, kurikulum, dan stasiun lapangan dengan data serta hubungan masyarakat yang sudah disiapkan.